Kerajaan Hindu-Budha Indraprahastra
Kerajaan Indraprahasta ( Cirebon Girang ) adalah
suatu kerajaan di pulau Jawa. Berlokasi di Cirebon Girang lereng gunung Cereme
(gunung Indrakila). Awalnya berupa kemandalaan yang bernama Mandala
Indraprahasta. Selanjutnya kemandalaan Indraprahasta ini berkembang menjadi
kerajaan. Nama Mandala atau kerajaan Indraprahasta ini mirip dengan nama
kerajaan yang berada di India
Sejarah dari kerajaan ini tertulis dalam naskah
"Negara Kretabhumi’ sargah I parwa I" disebutkan ‚ sejak tahun 80
saka hingga 230 saka (308 M), banyak kelompok pendatang yang menumpang berbagai
perahu dari negeri India yang mulai berdatangan ke Nusantara.
Banyak dari pendatang ini datang ke daerah Jawa Barat
diantara mereka yang berasal dari negeri India terdapat Para Brahmawan yang
mengajarkan agamanya kepada penghulu masyarakat, tempat mereka bermukim,
khususnya di Jawa Barat. Hal ini pun banyak menarik perhatian penduduk setempat
dan hasilnya banyak yang menerima ajaran tersebut dan menganut agama hindu. Di
antara para Brahmawan tersebut adalah Maharesi Sentanu Murti yang bermukim di
Desa Krandon, Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.
Dalam ‘Naskah Pustaka Rajya-rajya I Bumi Nusantara’
menyebutkan bahwa Kerajaan Indraprahasta didirikan Maharesi Sentanu yang
berasal dari kawasan Sungai Gangga India. Kedatangannya ke pulau jawa karena
mengungsi akibat negaranya diserang pasukan Samudra Gupta.
Kerajaan Indraprahasta didirikan pada 363 M dan
Maharesi Sentanu berkuasa sebagai raja pertama dari Kerajaan tersebut dengan
gelar Prabu Indaswara Sakalakretabuwana. Wilayah Indraprahasta kala itu kini
meliputi Desa Sarwadadi Kecamatan Sumber (sebagai pusat pemerintahan),
Cimandung di Desa Krandon Kecamatan Talun dan Desa Cirebon Girang. Daerah
kekuasaan Kerajaan Indraprahastra berdampingan dengan Kerajaan Salakanagara
yang dipimpin Prabu Darmawirya Dewawarman VIII.
Daerah kekuasaan yang berdekatan ini menyebabkan
hubungan antar kedua kerajaan ini menjadi dekat. Sehingga menyebabkan Maharesi
Sentanu kemudian menikah dengan putri Prabu Darmawirya Dewawarman VIII yang
bernama Dewi Indari.
Selama masa
pemerintahan Kerajaan Indraprahastra kala itu duplikasi tempat-tempat di India
diaplikasikan untuk menamai Gunung Cireme sebagai Indrakila, sungai yang
melintasi wilayahnya diberi nama Gangganadi, termasuk memperdalam sungai yang
kemudian diberi nama Setu Gangga. Wilayah Kecamatan Talun daerah yang dialiri
tiga hulu sungai sekaligus, yaitu Sungai Grampak yang mengalir dari Desa
Sarwadadi ke Desa Sampiran. Kemudian Sungai Suba yang mengalir dari Desa
Patapan menuju Sampiran, serta Sungai Cirebon Girang yang mengalir dari Desa
Cirebon Girang juga menuju ke Sampiran. Di Desa Sampiran itulah ketiga hulu
sungai tersebut bertemu menjadi satu, yang diberi nama Maharesi Sentanu dengan
nama Gangganadi.
Tahun 645 Saka (748 Masehi), terjadi peristiwa
Kerajaan Sunda menyerbu kerajaan Purbasora, Kerajaan Indraprahasta yang turut
membantu Purbasora. Kerajaan Indraprahasta yang didirikan sejak zaman
Tarumanagara, akhirnya diratakan dengan tanah oleh Sanjaya, seolah tidak pernah
ada kerajaan disitu.”Indraprahasta sirna ing bhumi”.
Pada sekitar tahun 645 – 649 Saka (748 – 751
Masehi)dalam kurun waktu 4 tahun ini Indraprahasta digabungkan dengan Kerajaan
Sunda. Penguasanya adalah Adipati Kulasa. Dengan demikian, Kerajaan
Indraprahasta menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara
Pembabakan Raja-Raja
pada Kerajaan Indraprahasta :
1)
Maharesi Sentanu yeng menjadi Raja
Pertama Indraprahasta. Berkuasaja sejak tahun 285 – 320 Caka (398 – 432 Masehi)
( 15 tahun Berkuasa )
2)
Jayasatyanagara Raja ke-2 Kerajaan Indraprahasta.
Berkuasa mulai tahun 320 – 343 Caka (432 – 454 Masehi) ( 23 tahun Berkuasa )
3)
Wiryabanyu raja ke-3 Kerajaan
Indraprahasta . Berkuasa mulai tahun 343 – 366 Caka (454 – 476 M) ( 23 tahun Berkuasa
)
4)
Warna Dewaji raja ke- 4 Kerajaan
Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 366 – 393 Caka (476 – 503 Masehi) ( 27
tahun Berkuasa )
5)
Raksahariwangsa raja ke-4 Kerajaan
Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 393 – 429 Caka (503 – 538 Masehi) ( 36
tahun Berkuasa )
6)
Dewi Rasmi ratu ke-6 Kerajaan
Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 429 – 448 Caka (538 – 556 Masehi) ( 19
tahun Berkuasa )
7)
Astadewa raja ke-7 Kerajaan
Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 448 – 462 Caka (556 – 570 Masehi) ( 14
tahun Berkuasa )
8)
Jayagranagara raja ke-8 Kerajaan
Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 462 – 468 Caka (570 – 575 Masehi) ( 6 tahun
Berkuasa )
9)
Rajaresi Padmayasa raja ke-9 Kerajaan
indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 468 – 512 Caka (575 – 618 Masehi) ( 44
tahun Berkuasa )
10)
Andbuana raja
ke-10 Kerajaan Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 512 – 558 Caka (618 – 663
Masehi) ( 46 tahun Berkuasa )
11)
Wisnumurti raja
ke-11 Kerajaan Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 558 – 583 Caka (663 – 688
Masehi) ( 25 tahun Berkuasa )
12)
Tunggalnagara
raja ke-12 Kerajaan Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 583 – 629 Caka (688 –
732 Masehi) ( 46 tahun Berkuasa )
13)
Resiguru
Padmahariwangsa raja ke-13 Kerajaan Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 629 –
641 Caka (732 – 744 Masehi) ( 12 tahun Berkuasa )
14)
Prabu Wiratara
raja ke-14 Kerajaan Indraprahasta. Berkuasa mulai tahun 641 – 645 Saka (743 –
747 Masehi) ( 4 Tahun Berkuasa )

Komentar
Posting Komentar